Articles | Wisata Alam | 22 Oct 2015

Kawah Mati Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang Misterius

Pemandangan gersang beraura mistis dan misterius menjadi pemandangan utama saat saya tiba di Kawah Mati Danau Situ Hiang Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kawah Mati tersebut merupakan akses sebelum saya tiba di Kawah Ratu.

Bau belerang menusuk hidung, katanya, tak lama lagi saya tiba di Kawah Ratu setelah trekking dua jam lebih melewati hutan dan sungai. Saat itu hari Rabu, dimana pengunjung tak begitu ramai. Saya hanya bertemu beberapa pendaki yang terdiri dari dua rombongan remaja.

Kawah mati didominasi oleh tanaman yang hanya berisi ranting dan cabang, batuan kapur, dan aliran sungai kecil yang berwana kuning dan biru tosca. Suasanya sepi. Memang sedikit menyeramkan, tapi menjadi lokasi istirahat yang sebelum melanjutkan ke Kawah Ratu. Jika sebelumnya trek didominasi oleh jalan setapak yang dikelilingi oleh tanaman dan gemerisik air sungai, hal tersebut langsung berganti saat tiba di Kawah Mati.

Meskipun menyeramkan, toh banyak yang berfoto di sana. Hamparan ranting di batuan kapur berwarna putih menambah eksotis dari kawah mati itu sendiri. Sesekali suara burung terdengar dari kejauhan. Rasa-rasanya, lokasi ini akan sangat cocok bagi pecinta fotografi landscape.

Tak mau berlama-lama di sana, saya langsung melanjutkan ke Kawah Ratu mengingat hari sudah siang. Ah, ya, pergi ke Kawah Ratu memang sebaiknya pada pagi hari, dimana cuaca sedang dingin-dinginnya. Perjalanan yang terus menanjak tak akan begitu terasa. Ketika turun, Anda juga tak perlu terburu-buru dikejar waktu karena takut masih di jalan saat matahari tenggelam.

Bau belerang yang semakin menyengat menandakan saya tiba di Kawah Ratu. Kawah yang terbilang masih aktif ini memperlihatkan kegiatannya. Beberapa kawah kecil mendidih seperti air yang sudah matang. Pengunjung wajib waspada dan sebaiknya menggunakan masker agar tidak terkena gas beracun. Dikhawatirkan berbahaya, sebaiknya tidak mendekati kawah yang masih aktif dan berdiam terlalu lama.

Rasanya, memandang Kawah Ratu dari jauh juga tak begitu rugi. Rasa lelah setelah trekking sekitar 3 jam dari jalur Pasir Reungit terbayar sudah. Nah, kini giliran Anda. Melihat kawah mati, hutan mati, kemudia Kawah Ratu yang berada di ketinggian 1.437 mdpl. (Herti Annisa)

TAGS:

LINKS: