Vihara Budhayana Dewi Kwan Im di Desa Burung Mandi
Bukan hanya memiliki eksotisme pantai dan pulau indah, Bangka Belitung menyimpan peninggalan sejarah yang sayang jika dilewatkan. Ialah Vihara Budhayana Dewi Kwan Im yang terletak di Desa Burung Mandi, Kabupaten Belitung Timur. Jika dari Bandara Hanandjoeddin Tanjung Padang, vihara yang sudah ada sejak tahun 1747 ini, dapat ditempuh selama 2 jam perjalanan darat.
Vihara Budhayana Dewi Kwan Im menjadi salah satu vihara di Belitung peninggalan sejarah agama Budha bercorak Tiongkok. Maka tak heran jika corak merah dan pink sangat mendominasi. Saat sampai di Vihara Budhayana Dewi Kwan Im, Anda dapat menyaksikan panorama Belitung karena vihara ini terletak di atas bukti. Dari sana Anda bisa melihat langsung keindahan Pantai Burung Mandi dan Pantai Bukit Batu yang posisinya tak jauh dari vihara. Aliran sungai juga menambah kesejukan di sana. Mitos berkembang di masyarakat mengatakan bahwa air sungai yang mengalir dipercaya dapat menyembuhkan penyakit, menjadikan awet muda, hingga dapat mengabulkan permohonan.
Di Vihara Dewi Kwan Im juga terdapat sebuah kolom yang disebut dengan Kolam Tujuh Bidadari. Di kolom tersebutlah Anda bisa melempar koin sambil mengucapkan permohonan. Air kolamnya bersih karena berasal dari air sumur yang masih alami, jernih, dan menyegarkan sehingga dapat diminum langsung. Menurut kepercayaan orang Tionghoa di sana, Kolam Tujuh Bidadari memiliki seekor naga yang menjaga sumur dan kejernihan air di dalamnya.
Vihara Tertua
Vihara yang selalu dipenuhi saat perayaan Imlek dan hari raya Waisak ini merupakan vihara terbesar dan tertua di Pulau Belitung. Maka tak aneh jika vihara ini sudah dikenal oleh masyarakat sekitar. Setidaknya untuk memasuki vihara ini, terdapat 86 anak tangga yang harus Anda tempuh. Dalam tangga tersebut, terbagi dalam tiga tempat sembahyang. Pertama merupakan Shimunyo yang berada di dekat anak tangga. Naik ke atas, Anda akan menemukan tempat sembahyang bernama Sitiyamuni. Hingga tempat sembahyang paling tinggi dan besar di vihara ini adalah Kon Im.
Di vihara tersebut, Anda akan menemukan beberapa tiang penyangga besar berbentuk silinder yang terdapat ornamen naga berwana hijau melingkari tiang. Terdapat juga lampion yang menggantung di langit-langit, altar dengan empat buah vas kecil, hingga wadah dari kuningan sebagai tempat meletakkan dupa.
Sebagai tempat ibadah, Vihara Dewi Kwan Im memiliki gazebo. Uniknya, di sana Anda juga bisa minta pengurus vihara untuk diramal dengan sejumput bambu yang berisikan tulisan. Kumpulan bambu ini akan diguncang-guncang terlebih dahulu hingga terjatuh, Nah, bambu yang jatuh itulah media untuk melihat peruntungan Anda.
Konon, di Kon Im inilah Dewi Kwan Im bersembahyang di atas batu. Di vihara inilah terdapat sebuah patung Budha bernama Bodhisattva yang saat dulu ditemukan mengapung di Pantai Burung Mandi. Seorang nelayanlah yang menemukan hingga menyebar di kuping masyarakat. Kala itu, masyarakat percaya bahwa penemuan patung Budha Bodhisattva merupakan kehendak Tuhan sebagai media pelindung kampung dari pengaruh roh jahat. Maka sebagai bentuk ucapan syukur, masyarakat sekitar mendirikan Vihara Budhayana Dewi Kwan Im. Bagi masyarakat Tionghoa, Dewi Kwan Im merupakan Dewi yang terkenal dengan kasih sayangnya, makanya memiliki julukan Dewi Welas Asih, yang berasal dari bahasa Sansekerta. (ha)
LINKS:
- Meja Tulis | Kursi Lesehan | Lemari Pakaian | Meja Belajar Anak
- Distributor Manjun Seaweed | Distributor Laverland Crunch | Distributor Tong Garden
- Lemari Besi Tahan Api | Lemari Besi Tahan Bongkar | Brangkas Jakarta | Lemari arsip
- Jual Snack Import | Supermarket murah di Jakarta | Toko Buah di PIK | Supermarket di PIK
- Wisata Kuliner | Kuliner Jakarta | Kuliner Bandung | Kuliner Purwokerto | Kuliner Jogja | Kuliner Yogyakarta | Kuliner Bogor | Tempat Makan Enak Di Jakarta |
- The Hairloft Salon Jakarta | Hairloft Jakarta | Hairloft Kelapa Gading | Salon di Kelapa Gading
- Informasi Keluarga | Parenting Indonesia | Informasi Ibu dan Anak


