Kawah Ratu, Objek Wisata di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Bogor menyimpan objek wisata murah meriah yang bisa dikunjungi di akhir pekan. Identik dengan wisata alamnya, Kota Hujan ini seolah tak ada habisnya untuk terus dieksplor. Mulai dari taman, curug, hingga gunung.
Tak lengkap di sana, Bogor juga memiliki kawah belerang yang menjadi objek wisata. Jika kawah biasanya berada di puncak gunung, lain cerita dengan Kawah Ratu yang berada di tengah-tengah jalur menuju Gunung Salak.
Kawah Ratu masih berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Saat itu, saya melewati jalur Bogor lewat Ciapung, Ciheurang, dan Leuwiliang. Dibutuhkan perjalanan sekitar 1,5 jam dari Bogor kota untuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Sementara dari gerbang Taman Nasional Gunung Halimun Salak, membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di pos resmi pendakian Kawah Ratu menggunakan kendaraan.
Sebelum memulai perjalanan ke Kawah Ratu, pengunjung diharuskan untuk melapor kepada petugas jaga di pos pintu masuk. Mengingat Kawah Ratu merupakan kawah yang masih aktif, akan sangat berbahaya jika data diri pengunjung tak diketahui. Jika untuk masuk ke Taman Nasional Gunung Halimun Salak Anda mengeluarkan Rp 20.000 termasuk kendaraan bermotor, sedangkan masuk ke Kawah Ratu Anda hanya membayar Rp 10.000. Nominal yang terbilang murah untuk membuang penat.
Berada di ketinggian 1.437 mdpl, Kawah Ratu yang berada di Desa Pasirreungit, Kecamatan Pamijah, Kabupaten Bogor ini menyajikan keindahan alam yang mempesona memanjakan mata. Sepanjang jalan, saya ditemani suara gemericik aliran sungai, pepohonan menjulang tinggi, dan suara burung serta monyet dari kejauhan.
Ya, jika Anda ingin merasakan sensasi pemandangan indah di tengah hutan, Kawah Ratu bisa menjadi pilihannya. Setidaknya Anda harus menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam dari pos Gunung Bunder. Kekuatan fisik sangat diperlukan, terlebih lagi jika Anda yang sudah lama meninggalkan olahraga.
Trek didominasi oleh jalanan menanjak dan bebatuan. Benar-benar berjalan di hutan. Jangan kaget jika menemukan ular kecil berjalan di depan Anda. Belum lagi ukuran batu yang besar semakin membuat kondisi super lelah dan tanah licin sesekali membuat Anda rela kepeleset jika tak hati-hati.
Sebelum sampai di Kawah Ratu, saya melewati hutan mati. Suasana mistis dan bau belerang cukup tercium dari sana. Sebaiknya memang gunakan masker. Buat yang suka fotografi, bisa dibilang hutan mati yang terdiri dari pohon tak berdaun, kapur putih, dan bebatuan menjadi lokasi yang cocok untuk hunting foto. Nah, dari hutan hati tersebut, perjalanan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Kawah Ratu.
Segala rasa lelah terbayar begitu saya tiba di sana. Berhubung saat itu saya datang pada musim panas—bahkan beberapa kota di Bogor mengalami kekeringan, hawa panas di Kawah Ratu sedikit terasa, terlebih lagi uap kawah yang keluar menambah panas. Namun, biar panas juga tak membuat saya sampai berkeringat.
Memandang hamparan batuan kapur di Kawah Ratu menjadi penutup perjalanan saya. Asyiknya, begitu pulang saya hanya menempuh setengah perjalanan karena trek yang menurun. Ah, tak jauh dari pos terdapat curug yang bisa Anda kunjungi untuk bersih-bersih atau sekadar menghilangkan rasa lelah. (Herti Annisa)
LINKS:
- Meja Tulis | Kursi Lesehan | Lemari Pakaian | Meja Belajar Anak
- Distributor Manjun Seaweed | Distributor Laverland Crunch | Distributor Tong Garden
- Lemari Besi Tahan Api | Lemari Besi Tahan Bongkar | Brangkas Jakarta | Lemari arsip
- Jual Snack Import | Supermarket murah di Jakarta | Toko Buah di PIK | Supermarket di PIK
- Wisata Kuliner | Kuliner Jakarta | Kuliner Bandung | Kuliner Purwokerto | Kuliner Jogja | Kuliner Yogyakarta | Kuliner Bogor | Tempat Makan Enak Di Jakarta |
- The Hairloft Salon Jakarta | Hairloft Jakarta | Hairloft Kelapa Gading | Salon di Kelapa Gading
- Informasi Keluarga | Parenting Indonesia | Informasi Ibu dan Anak


